Merayakan Hari Kartini Pemimpin Layanan Wanita Pertama Schindler Indonesia Berbagi Kisahnya
Fitri Rizkiyanti, seorang pemimpin servis wanita di Berca Schindler Indonesia, telah mencetak sejarah sebagai pemimpin layanan wanita pertama di bidang yang didominasi oleh pemimpin layanan dan teknisi pria. Meskipun jadwalnya padat, dia masih menyempatkan waktu untuk menikmati berenang dan membaca novel di waktu luangnya.
Dalam rangka merayakan Hari Kartini, yang merupakan hari untuk menjunjung tinggi kesetaraan gender dan keberagaman, kami menyadari pentingnya kehadiran perempuan seperti Fitri di posisi kepemimpinan.
Fitri bergabung dengan Berca Schindler lebih dari tiga tahun lalu setelah lulus dari FEDP (Field Engineer Development Program). Ketika pertama kali menjadi satu-satunya supervisor perempuan di Berca Schindler, dia terkejut dengan kompleksitas pekerjaan yang harus dia kelola. "Menjadi pemimpin servis, terutama di instalasi yang sudah ada, yang dikelola dengan cukup kompleks," kata Fitri.
Dalam sebuah wawancara, Fitri berbagi bahwa ia harus membuktikan pada dirinya dan menunjukkan bahwa ia sama mampunya dengan rekan-rekan prianya. Tantangan utama Fitri adalah berurusan dengan orang-orang. Dia harus beradaptasi dengan pola pikir yang berbeda dari timnya dan membuat keputusan yang dapat diterima oleh semua orang.
Fitri percaya bahwa upaya Berca Schindler dalam mempromosikan inklusi dan keberagaman patut dipuji, tetapi ia juga berpikir bahwa masih ada ruang untuk perbaikan. Dia berharap dapat melihat lebih banyak pemimpin perempuan dalam tim operasional dan agar perempuan dihargai secara setara tanpa harus membuktikan diri dengan cara yang luar biasa.
Perjalanan Fitri sebagai pemimpin servis perempuan di bidang yang didominasi laki-laki merupakan inspirasi bagi semua perempuan yang bercita-cita untuk mengambil peran kepemimpinan dalam karier mereka. "Saya percaya bahwa menjadi seorang pemimpin bukanlah tentang jenis kelamin, melainkan tentang keterampilan dan kemampuan yang dimiliki seseorang," kata Fitri.
Kesimpulannya, kisah Fitri merupakan bukti pentingnya kesetaraan gender dan keberagaman di tempat kerja. Kita membutuhkan lebih banyak perempuan seperti Fitri yang bersedia mendobrak batasan dan membuka jalan bagi lingkungan kerja yang lebih inklusif dan beragam. Seperti yang dikatakan Fitri, "Sudah saatnya untuk mematahkan stigma dan merangkul keragaman serta inklusi dalam semua aspek kehidupan kita."